Программы для настройки и оптимизации ОС | 瓒崇悆瀹濊礉 | The Mindy Project

Soal Spjd Era Reformasi

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 554 views
of 5

Please download to get full document.

View again

Description
soal spjd
Share
Transcript
  Nama : Lutfi Nuranggang Npm : 201543501852 Soal: 1.   Untuk tercapainya tujuan reformasi ada 3 tantangan yang di hadapi PGRI sebutkan dan  jelas tantangan yang di maksud ? 2.   Jelaskan apa yang di alami PGRI pada era reformasi, sehingga PGRI harus mengembalikan PGRI menjadi jati dirinya ? 3.   Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri jati diri PGRI ? 4.   Sebutkan dasar jati diri PGRI ? 5.   Sebutkan dan jelaskan secara singkat sejarah perkembangan jiwa semangat dan nilai-nilai 1945. Jawaban : 1.   Tantangan global  adalah kecenderungan kehidupan dimasa depan khususnya pada abad ke-21 yang ditandai dengan berbagai perubahan yang berlangsung dengan cepat terutama dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.era globalisasi ditandai dengan ketergantungan antarbangsa didunia. Lingkungan yang sedang berubah secara global mempunyai ciri-ciri antara lain : merangsang pemikiran majemuk dari berbagai pihak terkait sehingga memerlukan pola kerja dalam bentuk kerja tim (team work), memerlukan sumber daya manusia yang menguasai iptek, masyarakat yang lebih menghargai prestasi dari pada status dan asal usul, menghormati orang yang mampu melaksanakan tugasnya secara efektif dan produktif. Tantangan nasional  bersumber dari perkembangan reformasi di segala bidang terutama dalam bidang politik sebagai koreksi terhadap beberapa kelemahan pada era sebelumnya. Tantangan oraganisasional  adalah tantangan yang bersumber dan terjadinya perubahan dalam kehidupan berbagai organisasi sebagai konsekuensi dari perkembangan global dan nasional. 2.   Memasuki periode reformasi PGRI telah menjelma sebuah kesempatan besar yang mampu mendenyutkan semangat perjuangan guru. Pada periode ini PGRI kian berani menyuarakan perlunya perubahan nasib guru Indonesia. Berbagai aksi yang dibarengi dengan pengajuan konsep dasar menuju perubahan telah disodorkan kepada pemerintah.  Perubahan secara signifikan telah ikut dirasakan oleh seluruh anggota PGRI yang bersatu dalam memberi peringatan terhadap pemerintah agar segera merumuskan format perbaikan mutu maupun kesejahteraan guru. Yang paling menarik dalam periode reformasi ini yakni PGRI secara sadar mau melakukan peaktualisasi dan retrospeksi terhadap kemajuan demi kemajuan yang tetap mengedepankan titah ke-PGRI-an yang telah dirumuskan oleh paera founding father PGRI sejak 25 November 1945. PGRI berasaskan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. PGRI terdaftar di departemen kehakiman berdasarkan penetapan menteri kehakiman tanggal 20 september 1954, Nomor : 1.A.5/82/12. PGRI adalah organisasi perjuangan, profesi dan ketenagakerjaan, berskala nasional 3.   Nasionalisme Nasionalisme adalah kesadaran suatu warga Negara yang secara professional atau actual bersama  –  sama mencapai, mempertahankan dan mengabdiakan identitas, intergritas kemakmuran dan kekuatan bangsa secara mandiri. Dalam hal ini PGRI mengutamakan persatuan dan kesatuan sebagai modal dasar dengan memupuk sikap dan sifat patriotisme sebagai jiwa dan semangat PGRI dalam melaksanakan misinya. Faham_demokrasi  Faham demokrasi diawali dalam system pemerintahan kota bangsa Yunanai (508 SM). Ben tuk pemerintahan baru itu kemudian dinamakan “ demokrasi”, artinya pemerintahan oleh rakyat. Jadi demokrasi itu sudah ada sebelum Kristen dan islam lahir sebagai agama besar di dunia. Kemudian demokrasi memasuki abad Rasionalisme yaitu suatu aliran mendasarkan pemikiran atas akal semata  –  mata. Suatu teori yang mengandung prinsip  –  prinsip keadilan yang universal, yang berlaku bagi semua waktu dan semua manusia. Teori ini mendasari pengertian dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kemitraan Kata “mitra” mempunyai arti teman, sahabat atau kawan kerja. Menjalin kemitraan berarti menjalin persahabatan. Seseorang yang menjalain persahabatan dengan orang lain diharpkan memperoleh kebahagiaan dan keuntungan dikedua belah pihak. PGRI sebagai oraganisasi pejuang pendidik dan pendidik pejuang selalu berusaha menjalain dan mengembangkan kemitraan dalam bentuk kerjasama nasional maupun internasional. Unitarisme   Pengertian “ unitarisme” mengandung arti suatu ajaran atau paham yang  menginginkan suatu bentuk kesatuan ( misalnya Negara kesatuan). Sedang pengertian ciri unitarisme dalam organisasi PGRI ialah semua guru dapat menjadi anggota dengan tidak membedakan latar belakang, tingkat dan jenis kelamin, status, asal  –  usul serta adat istiadat. Sikap dan perilaku yang unitaristik ditandai dengan sikap yang toleran, sabar dan penuh pengertian. Profesionalisme   Kata “Profesionalisme” diturunkan dari kata “professional” yang berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilandasi pendidikan seseorang dikatakan professional apabila ia telah mendapatkan pendidikan dan kepandaian khusus untuk menjalankan pekerjaannya. Ciri profesioanlisme artinya PGRI mengutamakan karya dan kemampuan profesionalisme dikalangan siswa. PGRI mewajibkan siswa belajar sungguh  –  sungguh sesuai dengan bakat minat dan cita  –  citanya, agar memperoleh suatu keahlian atau dalam mengerjakan sesuatu. Kekeluargaan  Hubungan sosial dalam bentuk kekeluargaan sangat dikenal di Indonesia. Sikap kekeluargaan ditunjukan dalam sikap dan perilaku keseharian. Sikap gotong  –  royong, ramah, tenggang rasa, saling membantu dan rasa senasib dan sepenanggungan dapat dilihat dalam kehidupan didesa. Dalam kekeluargaan akan tumbuh sikap saling asah, asuh, ajrih. Saling asah berarti saling membntu dalam memperoleh pengetahuan, saling asih berkaitan dengan kasih saying sesame siswa lembaga PGRI. Saling Asuh mempunyai makna saling mengingatkan apabila ada kesalahan. Ajrih berarti sikap segan atau hormat, sikap takut melanggar tata tertib atau peraturan, baik yang diatur oleh manusia maupun yang diatur dalam agama. Kemandirian Organisasi PGRI memiliki ciri kemandirian, artinya bahwa dalam melaksanakan sesuatu tidak sepenuhnya bergantung pada pihak lain, PGRI bertumpu pada kepercayaan, kemampuan diri sendiri, tanpa ketertarikan dan ketergantungan pada pihak lain. Non-Partai  Ciri non partai artinya bahwa PGRI tidak mempunyai hubungan organisasi dengan sosial politik namapun sebagai organisasi. PGRI tidak menganut suatu paham politik tertentu, tidak menjadi bagian dari partai dari politik apapun dan tidak melakukan kegiatan  –  kegiatan politik praktik seperti yang dilakukan oleh partai politik.    Jiwa, Semangat dan Nilai-niali 1945  Jiwa, Semangat dan Nilai-niali 1945 itu adalah upaya PGRI dalam menegakkan dan melestarikan semangat perjuangan kemerdekaan 1945 sebagai jiwa kejuangan bangsa kepada generasi penerus. Semangat para pejuang dan pendiri bangsa selalu disertai dengan semangat rela berkorban, pantang mundur, dan pengabdian kepada bangsa Indonesia tanpa pamrih. Rela berkorban bukan berarti mengorbankan diri dengan sia  –  sia, tetapi berkorban dalam membela keadilan dan kebenaran. Rela berkorban harus disertai keiklasan dan kejujuran. 4.   Dasar Historis Berdasarkan hakekat kelahirannya PGRI merupakan bagian dari perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Melalui profesi keguruan guru Indonesia berhimpun dalam organisasi PGRI untuk berjuang menyebarkan semangat perjuangan. Untuk merebut, menegakkan dan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan NKRI yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945  Dasar Idiologis  –  politis Secara Idiologis  –  politis, PGRI memiliki kewajiban untuk mewujudkan cita  –  cita kemerdekaan melalui pembangunan nasional dibidang pendidikan. PGRI memiliki tangggung jawab moral dan tanggung jawab dalam melaksanakan dan mewujudkan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, terutama dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dasar Sosiologi dan IPTEK Dalam perjuangan dan pengabdiannya, PGRI sangat tanggap dan aspiratif atas nasib anggotanya serta selalu bersifat responsife, adatif, inovatif, dan permisif  –  selektif, terhadap keadaan masyarakat serta perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 5.   Pewaris jiwa, semangat dan nilai  –  nilai 1945 keapda generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa sangat penting. Dengan memahami secara baik dan benar, jiwa, semangat dan nilai  –  nilai 1945, perjuangan generasi penerus akan tetapi berpijak pada norma  –  norma serta selalu dijiwai semangat dan nilai  –  nilai yang telah disepakati para pendiri Negara kita. Jiwa dan semangat 1945 tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :    Jiwa merdeka, yaitu percaya pada kemampuan bangsa sendiri.    Jiwa persatuan dan kesatuan, yaitu semangat yang tumbuh dan sesuai dengan jiwa semangat Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.    Jiwa konsekuen, yaitu sikap berjuang tanpa pamrih, selalu bekerja keras, teguh pendirian, ulet, sederhana, pantang menyerah dan tidak putus asa.
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks